Thursday, November 20, 2014

Attention!

Kalau semisalnya terjadi apa-apa dengan website ini, silakan mulai membaca di website baru www.mamaraihome.com

Thank you,
Gita

Friday, November 22, 2013

Let's talk about kitchentop aka countertop aka tabletop

Salah satu elemen yang lumayan penting ketika kemarin membuat kitchen set saya adalah pemilihan kitchentop/countertop/tabletop *different people saying this differently..* 

Pemilihan ini cukup panjang karena saya meluangkan banyak waktu untuk baca-baca dan menimbang-nimbang karena ternyata masing-masing memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. 

Pilihan populer untuk pemakaian countertop adalah keramik,granit, stainless steel, marmer. Sementara solid surface dan quartz tergolong"pemain baru" 

Setelah 2 kali renovasi dapur..dan 3 kali pindah tempat tinggal..kebetulan pernah merasakan pemakaian keramik, granit, solid surface dan quartz sebagai countertop.

Lalu mana yang bagus? Menurut saya masing-masing bagus tergantung kebutuhan dan budget saja :) 

1. Keramik.
Ini adalah pilihan yang paling ekonomis dan bukan pilihan yang buruk sama sekali. Keramik sangatlah tahan panas..jika tanpa sengaja meletakkan wajan panas diatasnya maka tidak akan ada efek yang buruk..tentu jangan dijadikan kebiasaan sih..itulah mengapa ada inovasi bernama tatakan panas :p 
Pilihan keramik sangatlah banyak sehingga mudah disesuaikan dengan gaya dan warna kitchen setnya. Keramik juga tahan gores, sehingga tidak perlu kuatir akan cepat baret. Keramik juga tidak berpori.
Minusnya adalah..keramik pasti meninggalkan nat....dan celah tersebut sangatlah subur bagi bakteri apalagi tidak sering dibersihkan. Selain itu banyak orang yang tidak menyukai penampilan keramik sebagai countertop karena memang tidak bisa mulus tanpa nat. Kitchen set pertama saya, sudah disediakan oleh developer, memakai keramik dan selama saya pakai selama 5 tahun baik-baik saja sih si keramik ini tetapi memang di mata kita nat-nya cukup menggangu dan bisa terlihat pula ada banyak kotoran yang tertinggal di nat-nya itu *agak malas sering-sering cungkil-cungkil dengan pisau* 

2. Granit
Setelah 5 tahun, dapur kami akhirnya dirombak total..karena memang sudah mengenaskan terkena rayap parah. Setelah dirombak, kitchen set-nya memakai granit cina starwhite. Terus terang saya tidak suka huhuhu...dengan motifnya.Karakter motif granit cenderung "ramai" buat saya. 

Granit adalah pilihan yang paling populer. Harga masuk akal..pilihan warna banyak, dan juga lebih tidak berpori jika dibandingkan marmer. Jadi sudah pasti lebih aman dari bakteri ketimbang marmer. Tetapi karena masih berpori, granit juga bisa berubah warna jika terkena cairan berwarna apabila tidak segera dilap/dibersihkan. Bagusnya granit, sama seperti keramik, juga tahan panas. Tetapi saya sih tidak pernah meletakkan wajan panas  begitu saja di atas granit..sayang ah kasian granitnya ;)

3.Stainless steel. 
Ini table top yang paling keren sih :D dimata saya. Stainless steel ini sama sekali tidak berpori sehingga sangatlah higenis dan inilah sebabnya mengapa para chef-chef di tv memakai stainless sebagai table top di dapur restoran mereka. Jarang terlihat tampilan stainless di dapur-dapur rumahan mungkin karena penampakannya yang terlalu industrial..kurang "hangat" untuk dirumah. Kurang tahu banyak soal si kitchentop yang satu ini tetapi mungkin harganya juga mahal sehingga jarang dilirik. 

4. Marmer. 
Marmer ini motifnya lebih cantik dan terlihat lebih mewah dibandingkan dengan granit. Tetapi sayangnya jauh lebih berpori dari granit dan karena itu agak sulit menjaga marmer agar tetap tidak berubah warna akibat dari cairan yang tumpah. 

5. Solid surface
Adalah jenis kitchen top buatan manusia dan terbuat dari resin akrilik. Karena merupakan material buatan, warna solid surface bisa dibuat sesuai selera. Beberapa pilihannya banyak yang mirip dengan granit. Dilihat dari sisi estetika, solid surface memang juara. Bisa pesan kepada vendor pula agar si kitchen top solid surface ini menyatu dengan sink. Kebetulan di Suly, dapur kita memakai solid surface yang sink-nya menyatu. Bagus sih....tapi gampang meninggalkan goresan walaupun katanya bisa dipoles lagi untuk menghilangkan goresan-goresan tersebut. Maklum deh suka potong-potong sayur/buah secara mendadak diatas solid surface-nya kalau sedang terburu-buru..sungguh kelakukan jelek, jangan ditiru. Tetapi solid surface gampang dibersihkan, cukup memakai lap basah saja. Penting diingat jiika memilih sink solid surface, jangan lupa selalu membilasnya setelah membuang air berwarna seperti kopi, teh dsbnya. Sebab, jika dibiarkan selama semalaman misalnya, nodanya akan susah sekali dibersihkan. 

Kekurangannya, beberapa orang bilang solid surface kurang tahan panas. Tetapi *oh well...penasaran dan kebetulan juga bukan rumah sendiri ya :p* saya sering coba untuk buang air panas mendidih sisa memasak ke sink solid surface sepertinya baik-baik saja tidak ada yang terlihat retak atau rusak. Selain itu menurut si Oom, solid surface yang kualitasnya kurang bagus warnanya akan cepat terlihat kusam. 

Tetapi solid surface ini patut dipertimbangkan karena termasuk ke dalam jenis tabletop yang tidak berpori. Untuk mereknya sendiri yang paling bagus menurut toko dan om saya adalah samsung staron. Harganya beragam tergantung motif dan juga ketebalannya *ada yg 9 mm dan 12 mm kalo gak salah*. Merek lain yang juga terkenal adalah coriant by dupont dan LG. Kalau mau yang lebih murah bisa pilih solid surface buatan lokal.

Saran, pilih solid surface yang berwarna lebih terang/muda supaya kalau tergores tidak akan terlalu terlihat. 

6. Quartz
Quartz adalah campuran antara bebatuan alam dan resin yang menghasilkan countertop sekuat granit tetapi tidak memiliki pori seperti layaknya solid surface. 

I'm lucky enough i could have this countertop for my new kitchen. Tadinya pesimis karena shock berat dikasih estimasi harga coriant...tetapi ternyata biaya Quartz pilihan saya lebih murah dari coriant dan kurang lebih sama dengan samsung staron. Apalagi dapurnya juga alhamdulillah luas sehingga pemakaian Quartz cukup efisien *Quartz tidak dijual berdasarkan satuan per meter melainkan dijual dalam hitungan slab*  

Awalnya pasrah karena susah sekali menemukan vendor Quartz di jakarta. Tetapi dari hasil menggoogling gila-gilaan :p berhasil menemukan Silestone Indonesia. Sama seperti solid surface harga Quartz tergantung kepada warna, tehnik edging dan finishing yang dipilih.

Kalau ingin pilihan yang lebih bersahabat dari segi harga, Venus tiles memiliki Quartz. Sayangnya terakhir saya cek hanya ada solid colors saja dan warna pilihan juga tidak banyak. 

Sejauh ini walupun baru memakai quartz dalam jangka waktu yang pendek...saya merasa puas. Sangat puas. Tampilannya halus dan motif yang dipilih memang sesuai idaman hati *well ok, to be honest i wanted the one that looks like carara marble but it just waaay too pricey...* 

Jujur saya masih ingin bikin kitchen set lagi sih hahahaha. Mungkin lebih tepatnya saya ingin menjalani proses renovasi rumah lagi karena sangat menikmati prosesnya walaupun hanya dari jauh. Sungguh berharap suatu saat kita bisa membuat rumah lagi. Amiin amin yra. 

Anyway...mudah-mudahan postingan ini bisa bermanfaat untuk yang sedang dalam proses panjang pembuatan kitchen set aka dapur *peluk berjamaah lagi* :) :) Mudah-mudahan bisa tercerahkan sebelum menentukan pilihan countertopnya.